SELAMAT DATANG !!!

Salam hangat...
Halo GUys..!@#$
Terimakasih lho udah mw mampir ke blog saya...

Minggu, 07 Februari 2010

Mengenal Computational Fluid Dynamics (CFD)


Foto : Virgin Racing
Teknologi CFD atau Computational Fluid Dynamics yang diaplikasikan pada dunia penerbangan untuk efektifitas konsumsi bahan bakar, ternyata sudah mulai diaplikasikan juga dalam balap jet darat atau Formula 1. Dan tim yang paling pertama mengaplikasikan teknologi ini adalah tim Virgin Racing.

Yup, mengejutkan memang. Namun inilah kenyataannya, mereka bisa mengaplikasikan teknologi terbaru untuk F1 yang terinspirasi dari aplikasi teknologi di pesawat terbang. Dan sepertinya ini tidak melanggar regulasi. Karena dalam hukum mekanis, mereka hanya menggunakan bantuan komputer untuk memanfaatkan aliran fluida, panas, gerakan mekanis, tegangan serta gelombang magnet, untuk memaksimalkan performa mobil.

Aliran fluida dalam kehidupan nyata memiliki banyak sekali jenis dan karakteristik tertentu yang begitu kompleks. CFD melakukan pendekatan dengan metode numerasi serta menggunakan persamaan-persamaan fluida. Namun dalam dunia otomotif, gerakan fluida dan reaksi lain yang berhubungan dengan fluida, bisa menjadi tenaga yang dieksplorasi dalam waktu yang bersamaan dengan menggunakan komputerisasi.

Lalu mengapa harus menggunakan CFD? Jawabannya tentu sudah sangat jelas yaitu untuk memberikan efisiensi penggunaan bahan bakar. Bukan hanya itu penggunaan CFD juga bisa mendeteksi secara dini gejala-gejala error pada mesin mobil. Jadi kemungkinan terjadinya error pada mesin, bisa dihindari dengan adanya deteksi awal tadi.

Nah aplikasi teknologi ini pada mobil VR-01 sendiri, yaitu dengan cara Sistem komputerisasi yang bisa membaca parameter-parameter fluida diatas, disuntikkan pada sistem mekanis mobil. Termasuk diantaranya memanfaatkan sumber panas, pergerakan part dan lain sebagainya dari mesin itu sendiri, lalu dieksplorasi sebagai tambahan tenaga untuk menambah performa mesin.

“Pada awalnya banyak orang dalam tim yang pesimis dalam penggunaan teknologi CFD pada VR-01. Namun saya bersikeras bahwa teknologi tersebut bisa diaplikasikan. Apalagi kami sudah berhasil mengaplikasikannya pada Acura LMP. Saya rasa ini akan menjadi masa depan F1 dan sangat senang jika itu memang benar-benar terjadi,” papar Nick Wirth direktur teknis Virgin Racing.

Namun menurut Wirth, aplikasi teknologi ini baru benar-benar bisa dibuktikan jika dites langsung di trek lintasan. Karena teknologi ini butuh pergerakan mekanis fluida pada mesin dan terhadap semua parameter yang dibutuhkan.

Hmm, sepertinya teknologi ini memang jalan keluar yang baru bagi F1 untuk alasan efisiensi. Malah banyak ilmuwan yang menganggap bahwa pemanfaatan teknologi ini lebih hebat daripada energi kinetis pada mobil F1 (KERS).

sumber : otomotifnet.com

Selasa, 19 Januari 2010

Setel Karburator Dengan Benar, Agar Lolos Uji Emisi

Wacana uji emisi di motor yang digulirkan Pemprov DKI kembali menuai beragam reaksi. Terutama di kalangan motormania, menimbulkan keresahan tersendiri. Khawatir kalau-kalau besutannya nanti tak lulus pengujian kadar polutan dari bengkel yang sudah disertifikasi.

Jiaaaah... gak usah stres, Bro. Sebenarnya, emisi bisa ditekan bila campuran udara dan BBM dalam ruang bakar tepat. Salah satunya, dengan menyetel kembali karburator dengan benar, bukan lewat cara konvensional alias pakai feeling.

Nah, buat mengingat kembali cara setel yang sesuai anjuran pabrik, bisa simak tahapan berikut. Pertama hidupkan mesin dan tahan pada putaran tinggi dengan memutar throtttle stop screw (sekrup penahan skep) masuk ke arah kanan pakai obeng plus.

Lalu putar air screw ke kanan sampai mentok pakai obeng min. Bila mesin mau mati, putaran mesin ditambah atau dinaikkan dengan memutar sekrup penahan skep ke kanan. Kemudian putar air screw keluar atau ke kiri 2-2,5 putaran.



Lalu setel penahan skep ke arah luar atau kiri sampai putaran rendah (mesin tidak mati). Kalau besutan dilengkapi takometer, putaran dipatok sekitar 1.400-1.500 rpm.

Tahap berikutnya, putar air screw masuk atau keluar secara perlahan untuk mencari putaran mesin tertinggi. Langkah terakhir, putar sekrup penahan skep ke kiri, dicari putaran mesin lebih rendah tapi mesin gak mati (1.400-1.500 rpm).

Cara ini memang sudah baku dan jadi pedoman pabrikan dalam menyetel karburator, tapi masalah kadar emisi gas buang (CO + HC) dan standar Euro II belum banyak yang tahu.
Sesuai standar Euro II, kadar CO motor yang diijinkan 0,50–1% saat putaran mesin stasioner.

Untuk mengetahui seberapa besar kadar CO dan HC yang keluar dari lubang knalpot, Suzuki Thunder 125 cc tahun 2007 jadi ‘kelinci percobaan’. Setelah disetel lewat tahapan tadi, lalu diuji alat Automotive Emission Analyzer HG-520 (HESHBON).

Sebelum karburatornya disetel alias masih standar pabrik, didapat hasil; CO sebesar 3,52% dan HC sebesar 292 ppm. Lantaran CO terlalu tinggi, karburator disetel sedikit dan diperoleh CO 0,82% dan HC 59 ppm.
“Cara ngurangi CO juga mudah, cukup putar sekrup penyetel udara ke arah kanan kurang lebih 30 derajat pakai obeng min,” ungkap pria yang lagi kebanjiran orderan servis ini

Hasil tes menunjukkan meski setelan karburator standar pabrik sudah pas, juga bisa disetel lebih tepat lagi dengan Gas Analyzer.
Intinya kalau kadar CO tinggi, kadar HC pasti juga tinggi, bahasa mekaniknya setelan kering lebih yahud dari pada basah.


sumber :otomotifnet.com

Senin, 28 Desember 2009

Abu Robocon 2010

Abu Robocon 2010


Abu Roboconuntuk tahun 2010 akan diadakan di Mesir , tema Abu Robocon kali ini yaiitu “where robot meets civilization land” atau kurang lebih artinya “dimana robot bertemu dengan tanah peradaban”. Hal Ini juga akan dijadikan acuan untuk KRI (Kontes Robot Indonesia) 2010. Untuk lebih jelas silahkan kunjungi website resmi

www.roboconegypt2010.com

Sabtu, 07 November 2009

Tutorial Membuat Robot Cerdas !!!!!

Tahap-tahap pembuatan robot

Secara garis besar, tahapan pembuatan robot dapat dilihat pada gambar berikut:

tutorial membuat robot cerdas tahapan pembuatan

Ada tiga tahapan pembuatan robot, yaitu:

  1. Perencanaan, meliputi: pemilihan hardware dan design.
  2. Pembuatan, meliputi pembuatan mekanik, elektonik, dan program.
  3. Uji coba.

1. Tahap perencanan

Dalam tahap ini, kita merencanakan apa yang akan kita buat, sederhananya, kita mau membuat robot yang seperti apa? berguna untuk apa? Hal yang perlu ditentukan dalam tahap ini:

  • Dimensi, yaitu panjang, lebar, tinggi, dan perkiraan berat dari robot. Robot KRI berukuran tinggi sektar 1m, sedangkan tinggi robot KRCI sekitar 25 cm.
  • Struktur material, apakah dari alumunium, besi, kayu, plastik, dan sebagainya.
  • Cara kerja robot, berisi bagian-bagian robot dan fungsi dari bagian-bagian itu. Misalnya lengan, konveyor, lift, power supply.
  • Sensor-sensor apa yang akan dipakai robot.
  • Mekanisme, bagaimana sistem mekanik agar robot dapat menyelesaikan tugas.
  • Metode pengontrolan, yaitu bagaimana robot dapat dikontrol dan digerakkan, mikroprosesor yanga digunakan, dan blok diagram sistem.
  • Strategi untuk memenangkan pertandingan, jika memang robot itu akan diikutkan lomba/kontes robot Indonesia/Internasional.

2. Tahap pembuatan

Ada tiga perkerjaan yang harus dilakukan dalam tahap ini, yaitu pembuatan mekanik, elektronik, dan programming. Masing-masing membutuhkan orang dengan spesialisasi yang berbeda-beda, yaitu:

  • Spesialis Mekanik, bidang ilmu yang cocok adalah teknik mesin dan teknik industri.
  • Spesialis Elektronika, bidang ilmu yang cocok adalah teknik elektro.
  • Spesialis Programming, bidang ilmu yang cocok adalah teknik informatika.

Jadi dalam sebuah tim robot, harus ada personil-personil yang memiliki kemampuan tertentu yang saling mengisi. Hal ini diperlukan dalam membentuk Tim Kontes Robot Indonesia (KRI) atau Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI). Bidang ilmu yang saya sebutkan tadi, tidak harus diisi mahasiswa/alumni jurusan atau program studi tersebut, misalnya boleh saja mahasiswa jurusan teknik mesin belajar pemrograman.

Untuk mengikuti lomba KRI/KRCI dibutuhkan sebuah tim yang solid. Tetapi buat Anda yang tertarik membuat robot karena hobby atau ingin belajar, semua bisa dilakukan sendiri, karena Anda tidak terikat dengan waktu atau deadline. Jadi Anda bisa melakukannya dengan lebih santai.

Pembuatan mekanik

Setelah gambaran garis besar bentuk robot dirancang, maka rangka dapat mulai dibuat. Umumnya rangka robot KRI terbuat dari alumunium kotak atau alumunium siku. Satu ruas rangka terhubung satu sama lain dengan keling alumunium. Keling adalah semacam paku alumunium yang berguna untuk menempelkan lembaran logam dengan erat. Rangka robot KRCI lebih variatif, bisa terbuat dari plastik atau besi panjang seperti jeruji.

Pembuatan sistem elektronika

Bagian sistem elektronika dirancang sesuai dengan fungsi yang diinginkan. Misalnya untuk menggerakkan motor DC diperlukan h-brigde, sedangkan untuk menggerakkan relay diperlukan saklar transistor. Sensor-sensor yang akan digunakan dipelajari dan dipahami cara kerjanya, misalnya:

  1. Sensor jarak, bisa menggunakan SRF04, GP2D12, atau merakit sendiri modul sensor ultrasonik atau inframerah.
  2. Sensor arah, bisa menggunakan sensor kompas CMPS03 atau Dinsmore.
  3. Sensor suhu, bisa menggunakan LM35 atau sensor yang lain.
  4. Sensor nyala api/panas, bisa menggunakan UVTron atau Thermopile.
  5. Sensor line follower / line detector, bisa menggunakan led & photo transistor.

Berikut ini gambar sensor ultrasonik, inframerah, UVTron, dan kompas:

tutorial membuat robot cerdas srf 04tutorial membuat robot cerdas gp2d12kompas CMPS03

Pembuatan sistem elektronika ini meliputi tiga tahap:

  • Design PCB, misalnya dengan program Altium DXP.
  • Pencetakan PCB, bisa dengan Proboard.
  • Perakitan dan pengujian rangkaian elektronika.

tutorial membuat robot cerdas design pcb

Pembuatan Software/Program

Pembuatan software dilakukan setelah alat siap untuk diuji. Software ini ditanamkan (didownload) pada mikrokontroler sehingga robot dapat berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.

tutorial membuat robot cerdas pemrograman

Tahap pembuatan program ini meliputi:

  1. Perancangan Algoritma atau alur program
    Untuk fungsi yang sederhana, algoritma dapat dibuat langsung pada saat menulis program. Untuk fungsi yang kompleks, algoritma dibuat dengan menggunakan flow chart.
  2. Penulisan Program
    Penulisan program dalam Bahasa C, Assembly, Basic, atau Bahasa yang paling dikuasai.
  3. Compile dan download, yaitu mentransfer program yang kita tulis kepada robot.

3. Uji coba

Setelah kita mendownload program ke mikrokontroler (otak robot) berarti kita siap melakukan tahapan terakhir dalam membuat robot, yaitu uji coba. Untuk KRCI, ujicoba dilakukan pada arena seluas sekitar 4×4 meter dan berbentuk seperti puzzle. Dalam arena KRCI ini diletakkan lilin-lilin yang harus dipadamkan oleh robot cerdas pemadam api. Contoh gambar robot pemadam api Ted Larsorn dan arena Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI).

tutorial membuat robot cerdas contoh robot cerdasarena-lomba-krci

Untuk lomba robot KRI, dibutuhkan ruangan yang lebih besar, yaitu sekitar 15×15 meter. Dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) 2008, masing-masing robot harus meraih target (bola/kubus) yang diletakkan di tempat yang tinggi, jadi sebuah robot harus bisa naik di atas robot yang lain untuk meraih target tersebut (seperti panjat pinang).

arena kri

Motor Listrik Kok Pakai Linux dan Punya Wi-Fi?

Motor Listrik Kok Pakai Linux dan Punya Wi-Fi

Motor listrik ini datang dengan OS Linux, konektivitas Wi-Fi, dan web server.


Bukan main memang karya Mavizen. Perpanjangan tangan manufaktur TTXGP (Time Trials Xtreme Grand Prix – ajang perlombaan untuk motor dengan nol emisi) baru saja mengumumkan keberadaan TTX02 di SEMA tahun ini.

Motor keren ini bisa ngebut sampai 130mph. Namun bukan itu yang membuatnya unik. TTX02 datang lengkap dengan akses IP dedicated, on-board web server, dan konektivitas Wi-Fi, serta OS Linux. Maka setiap TTX02 bisa dikoneksikan ke sebarang laptop yang punya fitur Wi-Fi.

Mavizen menyebut TTX02-nya sebagai “laptop di atas roda”, menunjukkan gaya pendekatan mereka terhadap motor listrik melalui sudut pandang consumer electronics. Menurut Azhar Hussain (Founder dan Entrepreneur TTXGP), sudut pandang consumer electronics muncul karena “kita hidup di budaya klik dan konektivitas adalah kuncinya. Pendekatan kami adalah mencari cara bagaimana membuat laptop ikut balapan. Menurut kami kendaraan listrik punya lebih banyak kesamaan dengan consumer electronics dibandingkan otomotif tradisional.”

Mau tahu berapa harga motor listrik ini? Bandrolnya sekitar US$ 41.000 dan baru akan dipasarkan tahun depan dalam jumlah sangat terbatas, tepatnya 50 unit saja...


mantaaaabbb bro!!!!